Rabu, 18 Maret 2015

Harga BOD Meter - Jual BOD Meter ( telp : 082140002080 )

Harga BOD Meter - Jual BOD Meter ( telp : 082140002080 ) 
Harga BOD Meter - Jual BOD Meter ( telp : 082140002080 )

KEGUNAAN PARAMETER BOD DAN COD DALAM PENGOLAHAN BIOLOGI
    Pengolahan biologi merupakan suatu jenis pengolahan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mendegradasi polutan organik. Polutan organik yang dapat diukur sebagai parameter BOD atau COD dapat dijadikan sebagai substrat bagi bakteri. Pemanfaatan substrat selanjutnya akan dapat menghasilkan penghilangan kontaminan kimia, membentuk sel mikroorganisme baru dan mengasilkan produk dekomposisi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengolahan biologi adalah ketersediaan mikroorganisme, kontak cukup antara senyawa organik dan mikroorganisme serta pengaturan kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme.
    Air limbah yang ditangani secara biologi harus memenuhi kriteria pH 6-9, kadar minyak dan lemak kurang dari 15 mg/L, sulfida kurang dari 50 mg/L dan logam-logam berat kurang dari 1 mg/L. Pemilihan tipe pengolahan biologi yang digunakan akan tergantung kepada aspek-aspek seperti efisiensi pengolahan diinginkan, karakter limbah, konsentrasi senyawa organic limbah, debit air limbah dan biaya. Proses dekomposisi aerob dapat menghasilkan penurunan kadar COD besar dalam waktu singkat dan berpotensi rendah menimbulkan bau. Namun, aplikasi pengolahan sistem aerob untuk menangani air limbah dengan kadar BOD5 melebihi 1000 mg/L akan menimbulkan masalah berupa kesulitan dalam men-supply oksigen yang cukup dan produksi lumpur besar.
    Kelebihan metode anaerob adalah bahwa produksi lumpur yang dihasilkan dekomposisi anaerob dapat hanya bernilai 10 % dibandingkan yang dihasilkan metode aerob. Laju pembebanan organik sistem anaerob pun dimungkinkan mencapai 10-20 kali lebih tinggi dari yang dapat ditangani sistem aerob Operasi sistem anaerob pada waktu tinggal limbah dalam bioreaktor yang singkat dengan tetap mempertahankan umur biomass aktif yang panjang menjadi kunci keberhasilan reaktor anaerob dalam menangaani laju pembebanan organik tinggi.
    Nilai laju pembebanan organik yang mampu ditangani reaktor anaerob akan tergantung kepada keberhasilan optimalisasi faktor-faktor seperti lamanya waktu tinggal lumpur aktif dalam reaktor, kecukupan kontak antara biomass aktif dan air limbah, lamanya waktu adaptasi/aklimatisasi biomass aktif dengan air limbah yang akan ditangani dan pengaturan kondisi lingkungan supaya mikroorganisme dalam reaktor dapat berkembang dengan baik.

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149


Pin BB: 29d2de88
              32dbbfb0


e-Mail:
adywater@gmail.com

Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo (Telp : 081330447814 )
Jakarta:

Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:
Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung

Jual BOD Meter ( 082140002080 )

Jual BOD Meter ( 082140002080 )

Jual BOD Meter ( 082140002080 )

METODE ANALISA BOD DALAM SISTEM PENGOLAHAN DALAM AIR

    Oksigen terlarut merupakan kuantitas oksigen yang terkandung didalam air dan diukur dalam satuan ppm (part per milligram). Oksigen yang terlarut ini dipergunakan sebagai tanda derajat pengotor air baku. Semakin besar oksigen yang terlarut, maka menunjukkan derajat pengotoran yang relatif kecil.  Rendahnya nilai oksigen terlarut berarti beban pencemaran meningkat sehingga koagulan yang bekerja untuk mengendapkan koloida harus bereaksi dahulu dengan polutan ? polutan dalam air menyebabkan konsusmsi bertambah.
    Metode Pemeriksaan BOD adalah dengan metode Winkler (titrasi di laboratorium). Prinsipnya dengan menggunakan titrasi iodometri.  Sampel yang akan dianalisis terlebih dahulu ditambahkan larutan MnCl2 den NaOH-KI, sehingga akan terjadi endapan MnO2. Dengan menambahkan H2SO4 atan HCl maka endapan yang terjadi akan larut kembali dan juga akanmembebaskan molekul iodium (I2) yang ekivalen dengan oksigen terlarut. Iodium yang dibebaskan ini selanjutnyadititrasi dengan larutan standar natrium tiosulfat (Na2S2O3) dan menggunakan indikator larutan amilum (kanji).
    Prinsip pemeriksaan parameter BOD didasarkan pada reaksi oksidasi zat organik dengan oksigen di dalam air dan proses tersebut berlangsung karena adanya bakteri aerobik. Untuk menguraikan zat organik memerlukan waktu } 2 hari untuk 50% reaksi, 5 hari untuk 75% reaksi tercapai dan 20 hari untuk 100% reaksi tercapai. Dengan kata lain tes BOD berlaku sebagai simulasi proses biologi secara alamiah, mula-mula diukur DO nol dan setelah mengalami inkubasi selama 5 hari pada suhu 20‹C atau 3 hari pada suhu 25‹C?27‹C diukur lagi DO air tersebut.
Perbedaan DO air tersebut yang dianggap sebagai konsumsi oksigen untuk proses biokimia akan selesai dalam waktu 5 hari dipergunakan dengan anggapan segala proses biokimia akan selesai dalam waktu 5 hari, walau sesungguhnya belum selesai.
    Pengujian BOD menggunakan metode Winkler-Alkali iodida azida, adalah penetapan BOD yang dilakukan dengan cara mengukur berkurangnya kadar oksigen terlarut dalam sampel yang disimpan dalam botol tertutup rapat, diinkubasi selama 5 hari pada temperatur kamar, dalam metode Winkler digunakan larutan pengencer MgSO4, FeCl3, CaCl2 dan buffer fosfat. Kemudian dilanjutkan dengan metode Alkali iodida azida yaitu dengan cara titrasi, dalam penetapan kadar oksigen terlarut digunakan pereaksi MnSO4, H2SO4, dan alkali iodida azida. Sampel dititrasi dengan natrium thiosulfat memakai indikator amilum.

Selasa, 17 Maret 2015

Jual BOD Meter - Ady Water : 082140002080

Jual BOD Meter - Ady Water : 082140002080


TINJAUAN KIMIA DALAM MENENTUKAN KUALITAS PERAIRAN
        Oksigen terlarut merupakan parameter kimia air yang terpenting didalam biota air. Kandungan oksigen yang rendah akan mengakibatkan kematian biota air yang banyak,  secara langsung atau tidak langsung, Seperti juga manusia, makhluk hidup di dalam air memerlukan oksigen untuk proses respirasi (bernafas). Jumlah oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup dalam air adalah bergantung kepada saiz (ukuran), kadar makan, tahap aktivitas, dan juga suhu. Anak ikan atau benih memerlukan jumlah oksigen yang lebih dibandingkan dengan ikan yang lebih besar, kerana kadar metabolik anak ikan lebih tinggi
Untuk mendapatkan kadar pertumbesaran ikan yang tinggi, ikan harus dipelihara pada kandungan oksigen yang optimal. Sebagai panduan kandungan oksigen didalam air minimal 5 mg/l. Kandungan oksigen yang kurang dari 5 mg/l akan menyebabkan ikan merasa tertekan, dan pada kandungan oksigen < 2 mg/l pula dapat menyebabkan kematian ikan. Walau bagaimanapun harus diingat, terdapat juga jenis-jenis ikan yang tidak memerlukan kandungan oksigen yang tinggi, contohnya ikan Keli.
Seperti yang kita ketahui bukan hanya ikan yang memerlukan oksigen, tetapi juga bakteri memerlukan jumlah oksigen yang besar, Ketika terjadi Dekomposisi (pereputan) bahan-bahan organik (terdir dari algae, bakteria, dan bahan buangan ikan) adalah merupakan proses yang utama menggunakan oksigen didalam sistem akuakultur.

    Karbondioksida (CO2)
Jumlah kandungan CO2 pada tahap 10 mg/l masih tidak mendatangkan kesan kepada kehidupan ikan jika pada masa yang sama kandungan oksigen didalam air yang tinggi. Air kolam yang yang mempunyai kadar penebaran ikan yang normal, selalu mempunyai kandungan CO2 sekitar <5 mg/l. Bagi kolam yang mempunyai kepadatan yang tinggi, misalnya bagi ternakan secara intensif, kandungan CO2 adalah pada tahap antara 0 mg/l pada sebelah tengah hari dan 5 - 15 mg/l pada waktu subuh Tahap kandungan CO2 > 20 mg/l akan mendatangkan masalah kepada ikan.
Ada dua cara yang dapat diamalkan untuk mengurangkan kandungan CO2. Cara yang paling mudah adalah dengan memberikan pengudaraan "aeration". Dengan cara ini CO2 boleh dibebaskan ke udara. Cara kedua adalah dengan menambah bahan yang terdiri dari "carbonate" contoh nya CaCO3 atau Na2CO3. Cara ini akan menghilangkan CO2 dari air dan menyimpannya didalam bentuk penampan "bicarbonate" atau "carbonate". Kita akan sentuh perkara ini didalam perkara berkaitan dengan alkalinitas.

Untuk info dan pemesanan hubungi :

022-7239019
0821 4000 2080
0856 2476 9005
0857 2352 9677
0813 2259 9149
Pin BB: 29d2de88
    32dbbfb0

e-Mail:
adywater@gmail.com

Kantor :

Surabaya :

Jalan S. Parman IVA No.8 Waru Sidoarjo  ( Depan Pendopo Lama Waru Sidoarjo ) Daerah Belakang R.S Mitra Keluarga Waru Sidoarjo ( Telp : 081330447814 )

Jakarta:
Jalan Kemanggisan Pulo 1, No. 6, RT: 01 Rw: 08 Kelurahan Pal Merah, Kecamatan Pal Merah. Jakarta Barat Kode Pos: 11480

Bandung:

Jalan Mande Raya Bo 26, Cikadut, Cicaheum Kota Bandung